Showing posts with label lacoste. Show all posts
Showing posts with label lacoste. Show all posts

Thursday, November 15, 2012

Tips Membeli Polo Shirt


Pabrik Kaos – Ketika membeli sebuah kaos polo shirt.  “Kualitas“ adalah faktor utama dalam pertimbangan.  Dengan sendirinya, pembeli menginginkan kualitas barang. Bahkan, kalau bisa mendapat kualitas yang lebih. Hal yang sama adalah pengharapan penjual terhadap pelanggannya.

Menjual kaos polo shirt kualitas rendah, hanya akan memberikan reputasi jelek, dan akan merusak keberadaaan bisnis itu sendiri. Bagaimana pembeli yang tidak memahami beberapa element dapat dengan yakin mengetahui  polo shirt berkualitas atas pembeliannya?  Lebih lebih, Pembeli dalam situasi ini menghubungkan perbedaan kualitas antara polo shirt yang bermutu dan tidak ? 

Beberapa tips petunjuk atas Kaos polo shirt yang baik, bagian yang harus diperhatikan adalah:

  1. Lapisan Kerah kaos
  2. Lapisan Bahu kaos
  3. Kerah kaos
  4. Plaket Timbul / Dobel
  5. Lengan kaos
  6. Manset kaos
  7. Hem (Bagian Bawah)



1. Perhatikan benang:  Tipe benang adalah penentu utama akan kualitas kain. Semakin panjang fiber yang di gunakan, semakin baik kualitas kain. Penyisiran (combed) membuang fiber-fiber pendek, dan menghasilkan benang untuk di rajut menjadi kain dengan keseragaman dan kesatuan yang lebih kuat.

2. Berat Kain: Berat Kain menunjukkan berapa banyak bahan yang di pakai dalam pembuatan sebuah pakaian dan berapa besar biaya bahan  kaos polo shirt. Biaya sebuah kaos polo shirt dengan berat kain 220 gram/m2  tentunya lebih tinggi dari berat kain 180 gram/m2 tentu dengan perbandingan polo shirt ukuran polo shirt yang sama.

3. Pencelupan Kain: Cara pencelupan kain sangat menentukan ketahanan pudarnya warna terhadap sinar matahari dan terhadap pencucian yang berulang-ulang. Untuk pakaian dengan bahan 100% cotton, pecelupan reactive akan memberi performa yang lebih baik dari pencelupan direct. Sedang bahan campuran polyester dan katun memerlukan proses dua kali pencelupan untuk menampilan warna di kedua bahan campuran.

4. Proses Pabrik – Plaket Timbul:  Bagian terpenting dari sebuah kaos polo shirt adalah Plaket yang ada bagian depan, Pembuatan dengan model  Plaket Dobel / Plaket Timbul  adalah salah satu tanda polo shirt yang prima, Kerapian jahitan sulit di capai, tetapi memberi banyak manfaat, disamping keindahan plaket yang simetris, memberikan kepastian ketahanan bentuk plaket empat persegi panjang yang kuat, dan tidak mudah berubah bentuk terhadap beberapa pemakaian dan puluhan pencucian. Polo shirt yang baik harus di sertai lapisan plaket inter lining yang lembut dan tipis, sebagai dasar pemasangan kancing yang kuat kancing.

5. Proses Pabrik – Lapisan Lehar, Bahu dan Lengan Polo Shirt: Lapisan kain yang di  bagian leher kerah, bahu sebagai pembungkus tidak saja memberi kerapian dan keindahan, tetapi fungsi yang lebih penting adalah menjaga dan menstabilkan sambungan badan depan dan badan belakang, serta menyatu dengan kerah, sehingga penampilan seluruh kaos polo shirt akan stabil dan tidak mudah berubah bentuk dan di bagian lengan ada jahitan luar membuat sambungan antara badan dan tangan yang paling banyak gerakkan dari pemakaian, tetap kokoh dan dan tidak mudah lepas. Di bagian lengan di tutup dengan tangan manset. / ribbed cuffs menghindari lengan dari strech dan perubahan bentuk.  Ini semua adalah komponen yang perlu diperhatikan untuk menjaga sebuah polo shirt tetap stabil dan terlihat segar seperti baru, walau mengalami banyak pemakaian.

6. Proses Pabrik – Kerah: Kualitas polo shirt yang baik mempunyai kerah dan manset tangan yang terbuat dari 3 buah/lapis benang. Ketebalan 3 buah/lapis benang ini tentunya lebih baik daripada hanya memakai 2 buah/lapis benang. Ketebalan kerah yang cukup membuat bentuk penampilan keseluruhan polo shirt akan lebih seimbang, lebih stabil dan elegant.

7. Proses Pabrik – Bagian bawah / Hem: Dibagian sekeliling bawah, dengan jahitan double, Seperti diterangkan  diatas, bagian Leher, Pundak, dan Lengan semua ada jahitan double, menghindari kain kaos yang terkelupas dan jahitan terlepas, dari pemakaian yang berulang.  Ditambah Badan Belakang lebih panjang, serta belahan kaki di bawah kiri kanan, memberi kesan fashion.

Semoga bisa menjadi panduan anda berbelanja di www.88shops.web.id :)

Friday, July 27, 2012

Jenis Benang dan Jenis Rajutan


Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.

1. BENANG 20S
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.


JENIS RAJUTAN

1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20'S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.


2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20'D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.
Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.

4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).

5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.